Gasnitrogen akan dilepaskan kembali ke atmofer. Proses ini disebut sebagai denitrifikasi. Pada diagram soal, proses ini ditunjukkan oleh nomor IV. Sehingga, proses yang terjadi pada nomor IV dan V adalah proses denitrifikasi dan fiksasi nitrogen. Jadi, jawaban yang tepat adalah A. Semoga membantu yaa~
Quipperian, tahukah kamu bahwa John Dalton ternyata tidak hanya merumuskan teori atom Dalton saja? Ya, pada tahun 1803, ilmuwan asal Inggris ini merumuskan sebuah hukum yang disebut hukum perbandingan berganda atau hukum Dalton. Hukum Dalton termasuk salah satu hukum dasar dalam perhitungan Kimia atau stoikiometri. Maka dari itu, jika kamu ingin mahir dalam perhitungan Kimia, kamu perlu mengetahui dan memahami tentang hukum Dalton ini. Lantas, apa itu hukum Dalton? Seperti apa bunyi dan rumus hukum Dalton? Yuk, simak pembahasan lengkapnya berikut ini. Pengertian Hukum Dalton Hukum Dalton adalah hukum yang menyatakan apabila unsur-unsur dapat membentuk beberapa senyawa dan massa salah satu unsur selalu tetap, perbandingan massa unsur yang lain dapat dinyatakan dalam bilangan bulat dan sederhana. Hukum ini dirumuskan oleh John Dalton pada tahun 1803, seorang ilmuwan asal Inggris yang juga dikenal sebagai pencetus teori atom Dalton. Hukum Dalton juga dikenal sebagai hukum perbandingan berganda atau hukum kelipatan berganda. Hukum ini merupakan salah satu hukum dasar Kimia, serta dilandasi oleh hukum Proust hukum perbandingan tetap dan hukum Lavoisier hukum kekekalan massa. Bunyi Hukum Dalton Adapun bunyi hukum Dalton adalah sebagai berikut. Jika dua jenis unsur bergabung membentuk lebih dari satu senyawa, dan jika massa-massa salah satu unsur dalam senyawa-senyawa tersebut sama, sedangkan massa-massa unsur lainnya berbeda, maka perbandingan massa unsur lainnya dalam senyawa-senyawa tersebut merupakan bilangan bulat dan sederhana Sejarah Hukum Dalton Hukum Dalton dirumuskan oleh seorang ilmuwan asal Inggris bernama John Dalton pada tahun 1803. Hukum ini dilandasi oleh dua hukum sebelumnya, yaitu hukum Proust hukum perbandingan tetap dan hukum Lavoisier hukum kekekalan massa. Dalton melakukan percobaan dengan membandingkan massa unsur-unsur pada beberapa senyawa. Senyawa yang digunakannya adalah karbon monoksida CO dan karbon dioksida CO2. Dari perbandingan kedua senyawa ini, diperoleh hasil sebagai berikut. SenyawaMassa CMassa OMassa C Massa OCO1,2 gram1,6 gram3 4CO21,2 gram3,2 gram3 8 Jika massa karbon di dalam senyawa CO dan CO2 sama, maka massa oksigen di dalamnya akan memenuhi perbandingan tertentu. Perbandingan massa oksigen yang diperoleh Dalton pada senyawa CO dan CO2 adalah 4 8. Berdasarkan percobaannya ini, Dalton pun merumuskan hukumnya yang dikenal sebagai hukum Dalton atau hukum perbandingan berganda yang berbunyi βJika dua jenis unsur bergabung membentuk lebih dari satu senyawa, dan jika massa-massa salah satu unsur dalam senyawa-senyawa tersebut sama, sedangkan massa-massa unsur lainnya berbeda, maka perbandingan massa unsur lainnya dalam senyawa-senyawa tersebut merupakan bilangan bulat dan sederhanaβ Ciri-ciri Hukum Dalton Berikut adalah ciri-ciri hukum Dalton yang perlu kamu ketahui. Memiliki nama lain, yaitu perbandingan berganda atau hukum kelipatan berganda. Dilandasi oleh hukum Proust hukum perbandingan tetap dan hukum Lavoisier hukum kekekalan massa. Dirumuskan oleh John Dalton. Penerapan Hukum Dalton Dengan adanya hukum Dalton, memudahkan para ilmuwan untuk menentukan perbandingan unsur-unsur yang bereaksi membentuk suatu senyawa. Contohnya, menentukan perbandingan unsur nitrogen dan oksigen di mana apabila kedua unsur ini direaksikan akan membentuk beberapa senyawa, seperti NO dan NO2. Kedua senyawa tersebut sama-sama terbentuk dari unsur nitrogen dan oksigen. Namun, rasio perbandingan massa yang dimiliki berbeda. Misalnya, pada senyawa NO. Rasio perbandingan massanya adalah 28 32 atau 14 16 yang kalau menurut hukum perbandingan berganda hukum Dalton dapat diubah menjadi bilangan bulat. Dengan begitu, perbandingan unsur nitrogen dan oksigen pada senyawa NO adalah 1 1. Sementara itu, pada senyawa NO2, rasio perbandingan unsur nitrogen dan oksigen adalah 1 2. Rumus Hukum Dalton Dalam hukum Dalton, rumus yang digunakan untuk mencari massa suatu unsur adalah dengan membandingkannya dengan massa unsur yang lain. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh soal berikut ini. Unsur fosfor dan oksigen yang direaksikan membentuk dua jenis senyawa. Dalam 55 gram senyawa I terdapat 31 gram fosfor dan 71 gram senyawa II mengandung 40 gram oksigen. Apakah senyawa tersebut termasuk ke dalam hukum Dalton? Pembahasan Massa FosforMassa OksigenMassa SenyawaSenyawa I31 gram?55 gramSenyawa II?40 gram71 gram Massa oksigen pada senyawa I = 55 β 31 = 24 Massa fosfor pada senyawa II = 71 β 40 = 31 Perbandingan massa fosfor pada senyawa I dan II adalah = 31 31, sama-sama dibagi dengan 31 sehingga menjadi 1 1. Perbandingan oksigen pada senyawa I dan II adalah = 24 40 sama-sama dibagi dengan 8 sehingga menjadi 3 5 Dari hasil perhitungan di atas, maka perbandingan oksigen dan fosfor pada senyawa I dan II adalah 1 1 dan 3 5 yang mana merupakan bilangan bulat dan sederhana. Dengan kata lain, senyawa tersebut termasuk dalam hukum Dalton. Contoh Soal Hukum Dalton dan Pembahasannya Agar semakin paham, berikut adalah contoh soal hukum Dalton beserta pembahasannya. Contoh 1 Unsur X yang direaksikan dengan unsur Y dapat membentuk senyawa I dan senyawa II. Senyawa I mengandung 30 gram unsur X dan 160 gram unsur Y, sedangkan senyawa II mengandung 90 gram unsur X dan 240 gram unsur Y. Berapakah perbandingan massa unsur Y dalam senyawa I dan II? SenyawaMassa XMassa YMassa X Massa YI30 gram160 gram3 16II90 gram240 gram3 8 Berdasarkan tabel di atas, maka perbandingan massa unsur Y dalam senyawa I dan II adalah 16 8 atau 2 1. Contoh 2 Unsur belerang S dan oksigen O membentuk dua jenis senyawa. Kadar belerang dalam senyawa I adalah 50% dan pada senyawa II adalah 40%. Apakah hukum perbandingan berganda berlaku untuk senyawa tersebut? Pembahasan Senyawa I mengandung 50% unsur belerang, berarti massa oksigennya adalah 50%. Massa S O dalam senyawa I = 50 50 = 1 1 Senyawa II mengandung 40% unsur belerang, berarti massa oksigennya adalah 60%. Massa S O dalam senyawa II = 40 60 = 1 1,5 Jika massa belerang dalam kedua senyawa adalah sama, maka perbandingan massa oksigen pada senyawa I dan II adalah 1 1,5 atau 2 3. Angka perbandingan merupakan bilangan bulat dan sederhana. Itu artinya, kedua senyawa tersebut memenuhi hukum perbandingan berganda. Contoh 3 Ketika unsur A dan B direaksikan, maka akan terbentuk dua macam senyawa. Senyawa I mengandung 40% unsur A dan senyawa II mengandung 25% unsur A. Tentukan perbandingan massa unsur B sehingga mengikuti hukum perbandingan berganda hukum Dalton. Pembahasan Senyawa% A% B = 100 β % AI40%100 β 40 = 60%II25%100 β 25 = 75% Agar persentase unsur A pada kedua senyawa sama, maka senyawa I dikalikan dengan faktor 2,5 dan senyawa II dikalikan dengan faktor 4 sehingga diperoleh perbandingan massa unsur A dan B sebagai berikut. SenyawaMassa A gramMassa B gramI40 x 2,5 = 10060 x 2,5 = 150II25 x 4 = 10075 x 4 = 300 Jadi perbandingan massa B pada senyawa I dan massa B pada senyawa II adalah 150 300 = 1 2. Nah, itu dia pembahasan mengenai hukum Dalton dalam mata pelajaran Kimia. Semoga bermanfaat, ya!
Setiapmolekul urea mengandung 1 atom karbon 1 tom oksigen 2 atom nitrogen dan 4 atom hidrogen maka penulisan rumus kimia urea adalah. Rumus besi ii oksida dan tembaga i oksida berturut turut yaitu a. Co 2 nh 2. 8 contoh soal tata nama senyawa kimia beserta jawabannya. Besi sulfida ialah senyawa dengan rumus kimia fes dan sering kali bersifat
Penting bagi Anda untuk mengetahui kadar oksigen normal dalam darah yang harus dijaga. Hal ini karena tanpa kadar oksigen yang cukup, kemampuan organ dan jaringan tubuh untuk menjalankan fungsinya akan terganggu. Pada beberapa penyakit, nilai kadar oksigen dalam darah atau saturasi oksigen dapat digunakan untuk memantau kondisi tubuh. Nilai ini juga digunakan untuk menentukan apakah suatu pengobatan berhasil atau perlu dievaluasi kembali. Kadar Oksigen Normal dalam Darah Besarnya kadar oksigen normal dapat diketahui dalam bentuk yang berbeda-beda, tergantung pada cara pengukurannya. Terdapat 2 cara mengukur saturasi oksigen dalam darah, yaitu dengan analisa gas darah AGD atau dengan alat pulse oximeter. Berikut adalah penjelasannya Analisa gas darah AGD Analisa gas darah merupakan tes darah yang diambil melalui pembuluh darah arteri. Selain mengukur saturasi oksigen SaO2 atau kadar oksigen dalam darah, tes ini juga mengukur tekanan parsial oksigen PaO2, tekanan parsial karbon dioksida PaCO2, kadar bikarbonat HCO3, dan pH darah arteri. Tes analisa gas darah ini sangat akurat. Pengukurannya pun dilakukan di rumah sakit dan harus dikerjakan oleh tenaga medis profesional. Hasil kadar oksigen normal dan abnormal pada tes analisa gas darah adalah sebagai berikut Kadar oksigen tinggi Tekanan parsial oksigen PaO2 di atas 120 mmHg Kadar oksigen normal Saturasi oksigen SaO2 95β100% Tekanan parsial oksigen PaO2 80β100 mmHg Kadar oksigen rendah Saturasi oksigen SaO2 di bawah 95% Tekanan parsial oksigen PaO2 di bawah 80 mmHg Alat pulse oxymeter Pulse oxymeter merupakan alat cek saturasi oksigen yang cukup praktis dan dapat digunakan sendiri di rumah. Alat ini memperkirakan jumlah oksigen di dalam darah dengan cara mengirimkan sinar inframerah ke pembuluh darah kapiler. Kadar oksigen dalam darah ditakar dari banyak cahaya yang dipantulkan dari kapiler. Dibandingkan dengan AGD, alat ini memiliki toleransi kesalahan pengukuran sebesar 2%. Artinya, hasil tes kadar oksigen dalam darah bisa 2% lebih tinggi atau lebih rendah dari tingkat sebenarnya. Meski begitu, pulse oximeter tetap sangat berguna untuk melihat kadar oksigen darah. Alat ini juga sering digunakan di rumah sakit untuk menilai fungsi jantung dan pernapasan pasien secara cepat. Hasil pengukuran pulse oximeter menunjukkan persentase saturasi oksigen SpO2. Hasil kadar oksigen darah normal dan abnormal pada pulse oximeter adalah sebagai berikut Saturasi oksigen normal 95β100% Saturasi oksigen rendah di bawah 95% Interpretasi Kadar Oksigen dalam Darah Orang yang sehat dan tidak memiliki keluhan umumnya akan memiliki kadar oksigen darah yang normal. Dalam kasus lain, seseorang bisa terlihat sehat dan tidak memiliki gejala, tapi memiliki kadar oksigen darah yang rendah. Kondisi ini disebut dengan happy hypoxia dan bisa ditemukan pada penderita COVID-19. Kadar oksigen rendah atau hipoksemia umumnya menimbulkan bermacam-macam gejala, seperti sesak napas, nyeri dada, keringat dingin, batuk-batuk, kebingungan, dan kulit membiru. Selain COVID-19, hipoksemia bisa disebabkan oleh Penyakit paru obstruktif kronis PPOK, termasuk bronkitis kronis dan emfisema Acute respiratory distress syndrome ARDS Asma Pneumothorax Anemia Cacat jantung bawaan Penyakit jantung Emboli paru Sebagian besar penyakit atau kondisi medis di atas dapat menghalangi paru-paru untuk mendapatkan oksigen dan melepaskan karbon dioksida dengan optimal. Sebagian lainnya adalah kelainan darah dan masalah pada sistem peredaran darah yang juga dapat menurunkan distribusi oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi kadar oksigen darah yang terlalu tinggi sebenarnya jarang ditemukan, tapi bisa terjadi. Biasanya, ini dialami orang yang mendapatkan terapi oksigenasi menggunakan tabung oksigen tambahan. Kondisi ini pun hanya bisa dideteksi oleh tes AGD. Untuk mengetahui kadar oksigen dalam darah, Anda bisa melakukan tes analisa gas darah di rumah sakit. Namun, tes ini tidak bisa dilakukan sembarangan, melainkan harus melalui rekomendasi dokter. Bila ingin lebih praktis, Anda bisa membeli alat pulse oximeter untuk memeriksa kadar oksigen dalam darah di rumah. Bila Anda mengalami gejala hipoksemia, seperti sesak napas, keringat dingin, dan lemas, atau mendapati kadar oksigen darah yang rendah pada pulse oximeter, segera ke IGD atau dokter terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan yang tepat.
be5uF. 3fkm20e61a.pages.dev/4813fkm20e61a.pages.dev/1603fkm20e61a.pages.dev/5443fkm20e61a.pages.dev/3123fkm20e61a.pages.dev/1623fkm20e61a.pages.dev/4333fkm20e61a.pages.dev/5803fkm20e61a.pages.dev/214
persentase gas oksigen berturut turut pada i dan ii adalah