RencananyaBendung Cibeet ini akan memakan anggaran sekitar Rp1,8 miliar dan diperkirakan mengurangi banjir sampai 60 persen. Jika tahun depan pembangunan bendung tersebut mulai dilaksanakan, paling cepat akan rampung pada tahun 2024. Adapun luas bendung tersbut yakni 1030 hektar dengan kapasitas 9 juta meter kubik air.
Bendungan Pintu Air Sepuluh Salah satu peninggalan sejarah di Kota Tangerang yang masih megah terpelihara sampai sekarang adalah Bendungan Pintu Air Sepuluh atau yang juga dikenal dengan sebutan SANGEGO. Bendungan yang dibuat era tahun 1920an oleh Pemerintah Kolonial Belanda ini sampai sekarang masih berfungsi dengan baik membendung Sungai Cisadane yang membelah Kota Tangerang. Dengan fisik yang kokoh, tinggi bendungan ini mencapai 110 meter. Disebut dengan pintu 10, karena bendungan ini memiliki tiang penyangga sebanyak sepuluh buah dan terlihat seperti pintu yang berjumlah sepuluh buah. Bendungan ini dibangun pada awal abad ke-20 tepatnya antara tahun 1921 sampai 1930 sebagai bentuk manifestasi Potik Etis balas budi yang dijalankan oleh Pemerintah Kolonial Belanda kepada rakyat Indonesia. Dan Tangerang yang dijadikan salah satu Benteng Tangerang Kota Benteng pertahanan oleh Belanda selain menjalankan potik etis tersebut juga sangat logis membangun infrastruktur di wilayah pertahanan mereka. Sehingga selain membangun bendungan pintu sepuluh untuk menjaga dan mengontrol ketinggian air Sungai Cisadane guna kepentingan mencegah banjir dan irigasi, Pemerintah Kolonial Belanda juga membangun fasilitas pengolahan air bersih di samping bendungan yang kelak diteruskan fungsinya oleh pemerintah sebagai Kantor PDAM Tangerang guna pendistribusian air baku atau air bersih untuk kawasan Tangerang. Bendungan Pintu Air Sepuluh sampai dengan saat ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Tangerang, khususnya Kota Tangerang. Kalau dikonversi dengan nilai rupiah saat ini, berapa nilai biaya pembangunan bendungannya saja seperti fisik bendungan pintu sepuluh. Pastinya luar biasa besar. Semoga Bendungan Pintu Air Sepuluh tidak sekedar menjadi simbol dan maskot sejarah belaka, tetapi juga dapat dibangun menjadi spot daerah objek pariwisata lokal dengan kelengkapan fasilitasnya. Sumber Share Artikel
PETUGASBendungan Ciburian Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Banten, Naman, membantah informasi penyebab bocornya bendungan Pasar Baru irigasi Cisadane atau Pintu Air 10 karena tergerus air. Ia menilai kebocoranj itu karena seal atau karet pelapis Pintu Air 10 terkikis derasnya arus Sungai Cisadane. Home / SEJARAH / Sejarah Dan Keangkeran Bendungan Pintu Air 10 Cisadane Bendungan Pintu Air 10 Cisadane Tangerang – OaseIndonesiaNews Bendungan Pasar Baru atau biasa disebut oleh masyarakat Tangerang dengan Pintu Air 10 Cisadane. Dibangun pada tahun 1927, selesai dan diresmikan tahun 1930. Selain menjadi pengendali air kiriman dari kota Bogor, bangunan bersejarah tersebut difungsikan untuk mengairi areal persawahan seluas Hektar. Bangunan yang terletak di jalan Tubun, Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Provinsi Banten ini saat zaman penjajahan kolonial memiliki peranan yang penting. Antara lain sebagai sumber air bagi irigasi warga dan pengendali volume air yang akan bermuara ke lauy di wilayah Kabupaten Tangerang. Bendungan ini awalnya bernama Bendungan Sangego, kemudian berubah menjadi Bendungan Pintu Sepuluh atau Bendungan Pasar Baru. Perubahan pada bendungan ini tidak terlalu banyak karena terlihat dari peralatan dan mesin yang digunakan sudah tua. Bendungan Pasar Baru mempunyai 10 pintu air dari besi dan 11 tiang penopang. Konstruksi bendungan terbuat dari beton bertulang. Pada sisi utara dan selatan bangunan terdapat rel lori yang digunakan untuk mendistribusikan pintu air pengganti jika ada pintu air yang rusak. Bendungan memanjang dari timur ke barat dengan panjang 125 m dengan rincian 10 jumlah pintu air, lebar pintu 10 m, 3 intake, 2 pintu penguras lumpur, tinggi pintu bawah 5 m, tinggi pintu atas 3 m, dan berat pintu masing-masing 25 ton. Bangunannya memiliki dua tingkat. Penghubung ke lantai atas menggunakan tangga yang berada di ujung timur dan barat bangunan. Bagian ujung barat dan timur bangunan menggunakan tegel berwarna abu-abu, bercorak kotak-kotak dan berukuran 20 x 20 cm. Pada lantai dua terdapat 5 ruang yang berisi penggerak pintu air. Alat-alat yang digunakan pada bendungan ini sudah cukup mengkhawatirkan sehingga perlu dilakukan perbaikan. Pintu masuk bendungan Di sebelah barat bendungan terdapat bangunan berdenah persegi, dengan pintu berupa rolling door dari besi. Bangunan tersebut digunakan untuk menyimpan lori dan difungsikan sebagai gudang. Lori digunakan untuk membawa pintu air pengganti dan gudang. Keadaan bangunan tersebut dalam keadaan cukup terawat, dan lori masih bisa digunakan hingga sekarang. Perbaikan tambal sulam pun kerap dilakukan agar bangunan cagar budaya ini tetap berdiri kokoh. Saat ini, pengelolaan bendungan tersebut menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane BBWSCC Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum. Dan menurut data yang dihimpun dari antara, rehabilitasi bendungan tersebut terakhir dilakukan pada 2019 lalu dengan menelan dan sebanyak Rp 90 miliar. Selain itu, bendungan yang berada di lintasan Sungai Cisadane ini juga menjadi sumber air baku bagi wilayah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan. Selain itu, bangunan tersebut juga dimanfaatkan Pemprov Banten untuk menambah Pendapatan Asli Daerah PAD. Yaitu dengan mengambil pajak dari penggunaan sumber air baku yang bersumber dari Sungai Cisadane. Pintu Air Pintu Air 10, masih terlihat kokoh walaupun sudah berusia hampir satu abad. Bangunan ini disebut-sebut sebagai salah satu icon Tangerang. Namun, di balik megahnya bangunan Pintu Air 10 tersimpan cerita misteri yang membuat bulu kuduk berdiri. Pintu Air 10 dalam pembangunannya juga tidak sedikit memakan korban jiwa. Rano Mardiansyah, salah satu penjaga bendungan Pintu Air 10 mengatakan tidak sedikit orang yang melintas melihat sosok putih sedang berdiri di tengah-tengah bendungan. Bahkan, kalau malam Rano juga suka menedegar suara-suara aneh seperti jeritan minta tolong dan perempuan tertawa. ā€œMemang sering terjadi hal-hal aneh, karena kebanyakan mayat-mayat yang hilang karena hanyut pasti berujung ditemukan di bendungan ini. Entah tersangkut atau bahkan hanya mengambang,ā€ cerita Rano. Tidak hanya itu, Rano juga menjelaskan, di bendungan Pintu Air 10 ada tiga makluk gaib yang sering terlihat, yaitu kuntilanak, manusia tanpa kepala dan kepala saja. ā€œMereka yang paling sering terlihat oleh orang-orang yang melintas bahkan yang suka mancing malam-malam. Masyarakat setempat memiliki mitos terkait Pintu Air 10. Mereka percaya adanya penunggu yang mendiami bendungan yang dibangun dari zaman Belanda itu,ā€ tambahnya. Ritual yang dilakukan adalah pemotongan tiga sapi dewasa dipotong, lalu kepalanya di tanam atau dikubur di tanah tak jauh dari pintu air. Tanah tersebut kemudian ditaburi kembang tujuh rupa. Selanjutnya daging sapi dibagikan kepada warga sekitar. Kemudian malamnya dilakukan pengajian dan syukuran. Namun begitu, bendungan Pintu Air 10 merupakan salah satu icon Tangerang, dan banyak juga yang melakukan foto pra wedding di lokasi tersebut. WD/Berbagai Sumber
Dikenaldengan nama : Pintu Air Sepuluh Bendungan yang dibangun pada tahun 1927 dan mulai berfungsi pada tahun 1932 di masa penjajahan Belanda. (Saat ini,diPelihara oleh UPTD Cidurian-Cisadane) Galeri Hubungi Kami Alamat Lihat rute Jalan Kompleks Pu Prosida No.1 RT.001/RW.002 Mekarsari Kecamatan Neglasari Kota Tangerang Banten 15129 Indonesia
Buat kamu yang tinggal ataupun sedang berkunjung daerah Tangerang, ada salah satu spot menarik untuk dijelajahi yaitu Bendungan Pintu Air 10. Bendungan yang terletak Kecamatan Karawaci ini menawarkan keindahan yang cukup unik dari tempat wisata lain yang ada di perkotaan khususnya di Tangerang. Apa sajakah keunikan yang ada di Bendungan Air Pintu 10 ini? Simak ulasan berikut ini. 1. Menilik sejarah berdirinya Bendungan Air Pintu 10 Bendungan Pintu Air 10, memiliki nama populer lain Bendungan Pasar Baru Irigasi Cisadane Foto Panduan Wisata jakarta Bendungan ini dibangun pada 1927 dan mulai digunakan di tahun 1932 pada masa penjajahan Belanda. Bendungan itu dapat mengairi kurang lebih Ha sawah yang ada daerah Kota serta Kabupaten Tangerang. Bendungan ini oleh penduduk di sekitar bendungan biasa disebut dengan ā€œBendungan Pasar Baru Irigasi Cisadaneā€ atau ā€œBendungan Sangegoā€. Kenapa oleh penduduk sekitar dinamakan juga dengan Bendungan Cisadane? Karena bendungan ini terletak di aliran sungai Cisadane. Sungai Cisadane adalah salah satu sungai utama yang mengalir melalui Provinsi Banten serta Provinsi Jawa Barat. Sungai Cisadane ini memiliki panjang aliran sekitar 80 Km. Sumber air Sungai Cisadane bermula dari Gunung Salak – Pangrango di Kabupaten Bogor yang mengalir hingga ke muaranya yang ada di Laut Jawa. Baca Juga Yuk Intip 5 Sajian Menarik di Telaga Biru Cisoka 2. Bentuk dan proses pembangunan bendungan yang memiliki cerita menarik Ilustrasi Bendungan Pintu Air 10 pada zaman dulu Foto Wikipedia Sesuai dengan namanya, Bendungan Pintu Air Sepuluh ini mempunyai sepuluh buah pintu air yang lebarnya masing-masing sepuluh meter. Konon pemerintah Belanda mendatangkan pekerja dari kota Cirebon untuk membangun bendungan ini. Ini mungkin dilakukan karena pada saat itu banyak pembangunan yang dilakukan oleh Belanda dan membutuhkan banyak sekali pekerja. Oleh karena itu pembangunan bendungan ini bisa lebih cepat selesai. 3. Fungsi utama bendungan dari masa ke masa Bendungan Pintu Air 10, digunakan untuk irigasi penduduk sekitar Sungai Cisadane Foto Flickr Sesuai dengan fungsi Sungai Cisadane, bendungan ini berperan penting dalam kehidupan masyarakat di sepanjang daerah aliran sungai DAS hingga sekarang. Yang berubah hanyalah jenis peranannya. Pada zaman Kerajaan Tarumanegara hingga awal zaman Hindia Belanda, sungai ini berperan sebagai sarana lalu lintas air yang menghubungkan daerah pedalaman dengan daerah pesisir. Sedangkan saat ini bendungan ini berfungsi untuk sumber penghidupan masyarakat yang tinggal di sepanjang DAS, untuk irigasi persawahan dan perikanan di daerah dataran rendah bagian utara Tangerang. Baca Juga 5 Alasan Utama Berkunjung ke Taman Cikokol Tangerang 4. Menawarkan suasana yang berbeda di perkotaan Bendungan Pintu Air 10, memiliki suasana yang mempesona pada sore hari Foto Deskgram Bendungan ini memang bukan dibangun sebagai tempat wisata, tetapi bagi warga sekitar maupun masyarakat di sekitar kota Tangerang, bendungan ini menjadi salah satu tempat menarik untuk dikunjungi. Karena tempat ini memiliki suasana yang tenang dan sepi jauh berbeda dengan suasana di perkotaan. Waktu yang paling ramai adalah pada sore hari, di mana orang-orang menikmati suasana yang menakjubkan sebelum matahari terbenam. Banyak spot-spot tertentu yang cocok untuk menyalurkan hobi fotografi kamu dengan suasana yang berbeda. Baca Juga Yuk Uji Adrenalin di Kandang Godzilla, Tebing Goja 5. Lokasi menuju bendungan Ilustrasi peta lokasi menuju Bendungan Pintu Air 10 di daerah Karawaci Foto Google Maps Untuk lokasi, Bendungan ini terletak di Kota Tangerang. Jika kamu ingin mengunjunginya, disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi agar lebih mudah. Dibutuhkan sekitar 2 jam perjalanan dari Jakarta menuju dengan jarak tempuh sekitar 39 km. Rute tercepat adalah melalui Pantura. Setelah tiba di Tangerang, kamu menuju ke daerah Karawaci. Bendungan ini terletak di Jalan Raya Sangego, Jaya, Kota Tangerang. Nah, untuk kamu yang bosan dengan hingar bingar suasana kota, tempat ini cocok untuk menyegarkan pikiran dan menenangkan diri sambil melihat aliran sungai Cisadane serta panorama yang khas. Tertarik menghabiskan waktu sore di Pintu Air 10?YGU

UsaiHujan, Jembatan & Pintu Bendungan Sragen Tersumbat 10 Ton Sampah. Hujan yang terus mengguyur wilayah Sragen mengakibatkan sejumlah jembatan dan pintu bendungan tersumbat sampah dan rumpun bambu yang hanyut terbawa arus air. Soloraya; 17 March 2022 09:43:56 WIB; Penulis: Tri Rahayu | Editor: Sri Sumi Handayani

Salahsatu peninggalan sejarah di Kota Tangerang yang masih megah terpelihara sampai sekarang adalah Bendungan Pintu Air Sepuluh atau yang juga dikenal dengan sebutan SANGEGO. Bendungan yang dibuat era tahun 1920an oleh Pemerintah Kolonial Belanda ini sampai sekarang masih berfungsi dengan baik membendung Sungai Cisadane yang membelah Kota Tangerang.
JurnalKonstruksi memberikan informasi yang diperoleh dari laboratorium dan workshop penelitian maupun dari lapangan/ studi kasus di dunia nyata dengan cakupan (Scope of Journals) bidang meliputi struktur transportasi/ infrastruktur, air, geoteknik, manajemen konstruksi, dan lingkungan. eeaD.
  • 3fkm20e61a.pages.dev/25
  • 3fkm20e61a.pages.dev/299
  • 3fkm20e61a.pages.dev/240
  • 3fkm20e61a.pages.dev/328
  • 3fkm20e61a.pages.dev/449
  • 3fkm20e61a.pages.dev/438
  • 3fkm20e61a.pages.dev/483
  • 3fkm20e61a.pages.dev/529
  • bendungan pintu air 10